Biji Salak

Biasanya biji salak disajikan di bulan ramadhan sebagai ta’jil. Tapi menurut saya, lebih baik saya membuat sendiri biji salak alias homemade. Terkadang saya kurang cocok dengan kuah biji salak yang terlalu kental karena terlalu banyak menggunakan tepung maizena..atau biji salaknya sendiri yang terlalu kinyol-kinyol karena terlalu banyak sagu. Karena saya bawel itulah, makanya saya lebih memilih untuk membuat sendiri. Selain juga hasilnya pasti lebih higienis ya…

Nah, resep yang sepertinya mendekati selera saya adalah resepnya Mbak Fatmah ini. Coba dech…

Bahan:

  • 500 gr ubi merah, kukus, haluskan
  • 3 sdm tepung sagu
  • 500 gr gula jawa
  • 1 ltr air
  • 500 ml santan kental
  • ½ sdt garam
  • 1 lbr daun pandan

Cara membuatnya:

  1. Tuang tepung sagu kedalam ubi halus, uleni hingga rata, buat bulatan.

    Sementara itu masak gula jawa dan air hingga mendidih dan gula larut, saring, didihkan kembali.

  2. Masukkan bulatan adonan ubi kedalam kuah gula mendidih, biarkan hingga mengapung. Matikan api.
  3. Masak santan, garam dan daun pandan sambil diaduk hingga mendidih, angkat.
  4. Sajikan biji salak bersama kuah santan.